Kemenag Sultra Rotasi 33 Pejabat Manajerial, Terapkan Sistem Profiling ASN
By Admin

Dok. Kanwil Kemenag Sultra
nusakini.com, Kendari — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara resmi merotasi dan melantik 33 pejabat manajerial administrator pada Selasa, 28 Juli 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi penguatan organisasi sekaligus percepatan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan publik keagamaan di wilayah tersebut.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah pimpinan struktur baru tersebut berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Sultra, Kota Kendari. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan administrator, kepala kantor Kemenag kabupaten/kota, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan instansi tersebut.
Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Tenggara, Mansur, menegaskan bahwa penataan posisi ini dipandu oleh pemetaan rekam jejak dan kapabilitas pegawai yang terukur melalui mekanisme Profiling ASN. Menurutnya, rotasi posisi bukan instrumen pergeseran jenjang atau perlakuan diskriminatif, melainkan jalan untuk menyesuaikan kualifikasi individu dengan kebutuhan kerja instansi.
"Hari ini terdapat 33 jabatan yang diisi, sementara masih terdapat beberapa jabatan yang masih kosong dan akan diisi secara bertahap sesuai kebutuhan organisasi," ujar Mansur saat memberikan arahan usai prosesi pelantikan, Selasa (28/7/2026).
Mekanisme berbasis Profiling ASN ini mencakup pemetaan potensi, kompetensi manajerial, hingga kecakapan sosial kultural para pegawai. Sistem tersebut dirancang guna memastikan pengisian posisi struktural berjalan transparan dan transisi kepemimpinan berlangsung secara objektif.
Sejumlah posisi kunci yang diserahterimakan meliputi jabatan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Buton yang kini diamanahkan kepada La Diri, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Buton Utara yang dijabat Hamid Rijali, serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Konawe Utara yang diisi oleh Supriadi. Sementara di tingkat Kanwil, posisi Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam dipercayakan kepada Jumaing, serta posisi Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) diamanahkan kepada Sutarmin Kete.
Mansur menginstruksikan para pejabat baru untuk segera menanggalkan pola kerja lama yang cenderung tertutup dan bekerja secara terisolasi. Seluruh jajaran diminta langsung melakukan adaptasi di lingkungan tugas baru dan membangun budaya kerja yang kolaboratif demi mendorong efektivitas program prioritas kementerian di level daerah. (*)